Stigma Masyarakat terhadap Penderita Kusta di Kecamatan Batuputih Sumenep

  • Mujib Hannan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Wiraraja
  • Syaifurrahman Hidayat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Wiraraja
  • Mayank Nirmala Sandi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Wiraraja

Abstract

Penyakit kusta selain mengganggu kesehatan dapat juga mengganggu kesejahteraan penderita dikarenakan stigma masyarakat yang buruk terhadap penyakit dan penderita kusta ini. Indonesia menduduki peringkat ketiga di dunia dengan penemuan kasus baru kusta terbanyak yaitu 17.202 jiwa pada tahun 2015 setelah brazil. Jawa Timur berada pada peringkat pertama dengan jumlah kasus baru kusta terbanyak pada tahun 2018 yaitu dengan jumlah 2.701 jiwa.  Masyarakat yang masih kurang pengetahuan serta menganut keyakinan yang salah terhadap kusta beranggapan bahwa kusta merupakan penyakit kutukan dari Tuhan akibat dosa-dosa, penyakit guna-guna, dan penyakit yang diturunkan kepada anak-anaknya. Hal tersebut menimbulkan persepsi, sikap, dan perilaku yang buruk terhadap penderita kusta. Tujuan penelitin ini untuk mengetahui stigma masyarakat terhadap penderita kusta di Kecamatan Batuputih Sumenep. Metode penelitian ini yaitu kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Jenis sampling yaitu Purposive sampling. Sampel yang digunakan yaitu sebagian masyarakat sebanyak 7 orang dan 1 orang informan kunci dari tenaga kesehatan di Kecamatan Batuputih Sumenep Tahun 2021. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dengan teknik analisis data constants comparison analysis (open coding, axial coding, selective coding). Hasil penelitian didapatkan bahwa stigma masyarakat meliputi pengetahuan masyarakat, perasaan (ketakutan) masyarakat, pandangan masyarakat, sikap masyarakat, dan perilaku masyarakat terhadap penyakit dan penderita kusta. Stigma masyarakat terhadap penderita kusta masih ada diakibatkan masyarakat kurang pemahaman terkait penyakit kusta. Kesimpulan penelitian ini yaitu perasaan yang dialami secara subyektif oleh masyarakat dalam berbagai sudut pandang yang melatarbelakangi sehingga membentuk stigma. Hal ini dipengaruhi oleh faktor internal maupun faktor eksternal. Perlu adanya kerjasama antar profesional dan lintas sektor untuk mengatasi permasalahan ini sehingga mengurangi stigma masyarakat terhadap penderita kusta.  

References

Amiruddin, 2019. Penyakit Kusta "Sebuah Pendekatan Klinis". Surabaya: Brilian Internasional.
Aulia, P. W., 2019. Stigma Terhadap Penderita Kusta (Studi Tentang Bentuk Stigma dan Reaksi Terhadap Stigma yang Dialami Penderita Kusta dalam Proses Pengobatan di Kabupaten
Mojokerto). Perpustakaan Universitas Airlangga, p. 5.
Badan Pusat Statistik, 2018. Indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Indonesia 2018. Jakarta: BPS-Statistics Indonesia.
Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, 2020. Situasi Penyakit Kusta Kabupaten Sumenep Tahun 2019 (31 Desember 2019), Sumenep: Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep.
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, 2020. Umpan Balik Kegiatan Program Pemberantasan Penyakit Kusta Tahun 2019 Per Kabupaten/Kota, Surabaya: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.
Martha, E. & Kresno, S., 2017. Metodologi Penelitian Kualitatif "Untuk Bidang Kesehatan". Depok: Rajawali Pers.
Nations, 2009. Stigma, Labelling, Dan Diskriminasi Sosial Klien Kusta. In: Perawatan Klien Kusta Di Komunitas. Jakarta: Penerbit Buku Kesehatan, p. 64.
Notoatmodjo, 2005. Pendidikan Kesehatan. In: Perawatan Klien Kusta Di Komunitas. Jakarta: Penerbit Buku Kesehatan, p. 81.
Nunzi, E. & Massone, C., 2012. Leprosy A Practical Guide. Italia: Springer-Verlag.
Permenkes, 2019. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2019 Tentag Penanggulangan Kusta, Jakarta: Menteri Kesehatan Republik Indonesia.
Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, 2018. Hapuskan Stigma Dan Diskriminasi Terhadap Kusta, Jakarta: Pusdatin Kemkes.
Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan, 2019. Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia 2018, Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan.
Robbins, S. P. & Judge, T. A., 2008. Perilaku Organisasi "Organizational Behavior". Jakarta: Salemba Empat.
Sodik, M. A. (2016). Leprosy Patients In Public Perception: A Qualitative Study Of Patient Confidence (dis) In The Community (Penderita Kusta Dalam Persepsi Masyarakat: Sebuah Studi Kualitatif Tentang Kepercayaan Diri Pasien Di Masyarakat). Journal Of Global Research In Public Health, 104.
Sulidah. (2016). Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Masyarakat Terkait Kusta Terhadap Perlakukan Diskriminasi Pada Penderita Kusta . Jurnal Medika Respati, 59-60.
Susanto, T., Sahar, J., Permatasari, H., & Putro, S. E. (2013). Perawatan Klien Kusta Di Komunitas. Jakarta: Penerbit Buku Kesehatan.
Widyarini, N., 2009. Seri Psikologi Populer "Kunci Pengembangan Diri". Jakarta: PT Gramedia.
World Health Organization, 2019. WHO Multidrug Therapy (MDT). [Online]
Available at: https://www.who.int/lep/mdt/en/
Published
2021-12-27
Abstract viewed = 1 times
pdf downloaded = 3 times