Efektifitas Latihan Range Of Motion (ROM) Aktif terhadap Tonus Otot Ekstrimitas bawah dan Rentang Gerak Sendi pada Lansia

  • Nindawi Nindawi Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Madura
  • Endang Fauziyah Susilawati Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Madura
  • Nur Iszakiyah Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Madura

Abstract

Masalah kesehatan pada Lansia dapat terjadi pada beberapa bagian tubuh termasuk sistem  muskuloskletal antara lain persendian dan kekuatan otot. Perubahan pada jaringan ikat sekitar sendi seperti tendon, ligamen, dan fasia yang mengalami penurunan elastisitas. Latihan ROM merupakan salah satu bentuk latihan dalam proses rehabilitasi yang dinilai masih sangat efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh latihan ROM aktif terhadap peningkatan rentang gerak sendi dan kekuatan otot kaki pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Kowel Pamekasan. Penelitian kuantitatif, dengan desain pre eksperimen pre dan post test design group. Teknik pengambilan sampel non probability purposive sampling dan sampel 30 orang. Data diperoleh melalui observasi awal dan akhir luas rentang gerak sendi dan kekuatan otot kaki yang diberikan latihan ROM aktif  selama 2 minggu. Analisis statistiknya univariat dengan uji distribusi frekuensi dan bivariate dengan paired t test. Hasil penelitian didapatkan peningkatan rentang gerak sendi kaki pada Lansia yaitu lutut fleksi-ekstensi rata-rata meningkat 4,570  p value 0,000, ankle plantar fleksi rata-rata meningkat 4.530 p value 0,000,  ankle dorsal fleksi rata-rata meningkat 2.270  p value 0,000, dan rata-rata meningkat 0,76 untuk kekuatan otot tungkai p value 0,000 (<0,05), artinya terdapat pengauh latihan ROM aktif terhadap rentang gerak sendi kaki dan kekuatan otot pada Lansia. Latihan ROM yang dilakukan sedini mungkin dan dilakukan dengan benar dan secara terus menerus akan memberikan dampak pada kekuatan otot dan rentang gerak sendi. Responden perlu mendapat pendidikan kesehatan untuk dapat menerapkan latihan ROM di rumah secara rutin dan berkelanjutan. ROM mengurangi kondisi ketidakmampuan untuk mencapai derajat sehat optimal, potensial dan produktif. kata kunci: Range Of Motion (ROM) aktif, Rentang Gerak Sendi, Kekuatan otot kaki, Lanjut Usia.

References

Ambartana, W. I. (2010). Hubungan Status Gizi Dengan Kekuatan Otot Lanjut Usia Di Kelurahan Gianyar, Kabupaten Gianyar Provinsi Bali. JIG, 1, 67 – 74.
Aspiani, Y. R. (2014). Buku Ajar Asuhan Keperawatan Gerontik. Trans Info Media.
Atmojo, M. . (2008). Tes & Pengukuran Pendidikan Jasmani/ Olahraga. Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) UNS.
Ayu, A. D., & Warsito B. E. (2014). Pemberian Intervensi Senam Lansia Pada Lansia Dengan Nyeri Lutut. Jurnal Nursing Studies, 1, 60–65.
Chih-Yen, C. (2017). Data Collection and Analysis Using Wearable Sensors for Monitoring Knee Range of Motion after Total Knee Arthroplasty. Sensors, 17, 418. https://doi.org/doi:10.3390/s17020418
Dorland, W. (2002). Kamus Kedokteran Dorland (Edisi Kedua puluh sembilan). Penerbit Buku Kedokteran.
Ganong, W. (2008). Jaringan Peka Rangsang: Otot. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran (Edisi Keduapuluhdua). EGC.
Helmi, N. Z. (2012). Buku Ajar Gangguan Muskuloskeletal. Salemba Medika.
Hetty, A. G. (2020). Lansia, Pandemi, dan “New Normal”., Dosen FISIP Universitas Pelita Harapan., Jumat, 19 Juni 2020 | 08:00 WIB.
Ismaryati. (2006). Tes Dan Pengukuran Olahraga. Sebelas Maret University Perss.
Kozier, B., Erb, G., Berman, A., & Snyder, S. (2009). Buku Ajar Praktek Keperawatan Klinis (5th ed.). EGC.
Mudrikhah. (2012). Pengaruh Latihan Range Of Motion Aktif Terhadap Peningkatan
Rentang Gerak Sendi Dan Kekuatan Otot Kaki Pada Lanjut Usia Di Panti Werda Dharma Bakti Surakarta. Jurnal Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta, 3, 54–57.
Nainggolan, O. (2009). Prevalensi dan Determinan Penyakit Rematik di Indonesia. Artikel Penelitian, 12, 588 – 594.
Nasir, A., Abdul, M., & Ideputeri. (2011). Buku Ajar Metodologi Penelitian Kesehatan. Konsep Pembuatan Karya Iliah dan Thesis untuk Mahasiswa Kesehatan. Penerbit Nuha Medika.
Padila. (2013). Buku Ajar KeperawatanGerontik. Nuha Medika.
Potter, P., & Perry, A. G. (2009). Fundamental Keperawatan. Buku 1 edisi ke-7 (Adrina Ferderika & Marina Albar, Penerjemah). Salemba Medika.
Pudjiastuti, S., & Utomo, B. (2003). Fisioterapi Pada Lansia. EGC.
Reveese, N. (2009). Joint Range of Motion and Muscle Length Testing (II). Elsevier Health Sciences.
Safa’ah, N. (2013). Pengaruh Latihan Range Of Motion Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Lanjut Usia di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia (Pasuruan) Kec. Babat Kab. Lamongan. Jurnal SainMed, 2, 62–65.
Saputra, L. (2013). Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia. Binapura Aksara Publisher.
Stanley, M., & Beare, G. P. (2006). Buku Ajar KeperawatanGerontik(Edisi 2). EGC.
Sucipto, E. (2015). Pengaruh Latihan ROM aktif terahap Luas Gerak Sendi tungkai pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas global telaga Kabupaten Gorontalo.
Suhendriyo. (2014). Pengaruh senam rematik terhadap pengurangan rasa nyeri pada penderita osteoarthritis lutut di Karangasem, Surakarta. Jurnal Terpadu Ilmu Kesehatan, 1, 1–6.
Suprayitno, E., & Huzaimah, N. (2020). Pendampingan lansia dalam pencegahan komplikasi hipertensi. SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 4(1), 518-521.
Suratun. (2008). Klien Gangguan Sistem Muskuloskeletal. EGC.
Uliya, S., Soempeno, B., & B.M.W.Kushartanti. (2007). Pengaruh Latihan Range Of Motion (ROM) Terhadap Fleksibilitas Sendi Lutut Pada Lansia Di Panti Wreda Wening Wardoyo Ungaran. Jurnal Media Ners, 1(2), 72-78.
Wongkar, D. (2006). Ekstremitas Inferior. Manado: Bagian Anatomi Histologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi.
Published
2021-06-02
Abstract viewed = 3 times
pdf downloaded = 1 times