https://ejournalwiraraja.com/index.php/ADR/issue/feed Jurnal ABDIRAJA 2026-03-30T08:06:34+00:00 Open Journal Systems <p><strong>Abdiraja Journal</strong> is a scientific journal with the scope of community service carried out by lecturers, practitioners, and students. The purpose of publishing this journal is to accommodate scientific writings that have the substance of community service activities which are downstream from the results of research or community service activities carried out based on an analysis of community needs for the contribution of science and technology that can increase independence, standard of living and or prosperity of the community in various ways. aspects such as education, health, economy, environment, law, values, culture, and other aspects.</p> https://ejournalwiraraja.com/index.php/ADR/article/view/4640 Peningkatan Pengetahuan dan Gaya Hidup Sehat Pada Penderita Hipertensi di Wilayah PCI Muslimat Malaysia 2026-03-27T23:23:42+00:00 Umdatus Soleha umdatus@unusa.ac.id Chilyatiz Zahroh umdatus@unusa.ac.id <p>Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia. Salah satu penyebab utama tingginya angka kejadian hipertensi adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang faktor risiko dan cara pengelolaannya&nbsp;(Adnan et al., 2018). Kondisi ini terjadi juga di Malaysia, berdasarkan data Malaysia Hipertension Profile 2019, &nbsp;prevalensi hipertensi di atas rata-rata global, hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pencegahan maupun pengelolaan hipertensi masih rendah. <strong>Tujuan</strong> program ini meningkatkan pengetahuan penderita hipertensi tentang pentingnya gaya hidup sehat.</p> <p>Metode pengabdian masyarakat dimulai dengan sesi edukasi terpadu, dimana peserta diberikan pemahaman menyeluruh tentang hipertensi meliputi penyebab, faktor risiko,&nbsp; komplikasi. Edukasi juga memberikan pembelajaran &nbsp;praktik terkait pola makan, aktivitas fisik, pola tidur sehat, teknik relaksasi dan manajemen stres, latihan pernapasan dalam, meditasi, serta strategi mengelola emosi dan kecemasan. Mereka juga diajarkan cara memeriksa tekanan darah secara mandiri serta mencatat hasil pengukuran untuk memantau dan mengendalikan tekanan darah. Metode evaluasi dilakukan melalui pretest dan postest. Media edukasi yang digunakan adalah modul, kemudian data dianalisis secara deskriptif.</p> <p>Penderita hipertensi sejumlah 98 orang, sebagian besar memiliki jenis kelamin wanita (81,63%), usia terbanyak lansia awal (82,65%). Sebagian besar memiliki pendidikan dasar (87,76%), lama menderita &gt; 3 tahun (81,63%), tekanan darah derajad I (66,64%), derajad II (33,36%). Pengetahuan penderita sebelum diberikan edukasi yaitu; pengetahuan baik (30,61%), pengetahuan cukup (31,63%) dan pengetahuan kurang (37,76%). Pengetahuan setelah diberikan edukasi yaitu; pengetahuan baik (66,33%), pengetahuan cukup (18,37%) dan pengetahuan kurang (15,30%).</p> <p>Pemberian edukasi mampu meningkatkan kemampuan kognitif dan manajemen hidup sehat, diharapkan penderita dapat menerapkan pengetahuan kedalam perilaku melalui gaya hidup sehat.</p> 2026-03-27T15:20:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournalwiraraja.com/index.php/ADR/article/view/4748 Mitigasi Resiko Pendakian Gunung Lawu : Penguatan Peran Masyarakat dan Pendaki dalam Pencegahan Kecelakaan 2026-03-27T23:23:42+00:00 Anang Setiyawan anang.setiyawan.sh@gmail.com Emmy Latifah emmy.latifah@staff.uns.ac.id Erna Dyah Kusumawati Erna.d.kusumawati@staff.uns.ac.id Rachma Indriyani rachmaindriyani@staff.uns.ac.id Sasmini Sasmini sasmini_fh@staff.uns.ac.id Anugrah Adiastuti diaz.fhuns@staff.uns.ac.id Siti Muslimah sitimuslimah@staff.uns.ac.id Ayub Torry Satriyo Kusumo ayub.kusumo@staff.uns.ac.id Diah Apriani Atika Sari atika_sari@staff.uns.ac.id <p>Kegiatan pendakian Gunung Lawu semakin diminati oleh berbagai kalangan, namun masih minim kesadaran akan risiko dan upaya mitigasi kecelakaan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat peran aktif masyarakat lokal dan para pendaki dalam mencegah kecelakaan melalui edukasi keselamatan dan identifikasi risiko. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan tanggap darurat, serta pembuatan media informasi keselamatan di jalur pendakian. Kegiatan dilakukan bersama para relawan, pengelola basecamp, dan komunitas pendaki di sekitar jalur Cemoro Sewu dan Cemoro Kandang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap potensi bahaya seperti perubahan cuaca ekstrem, kondisi fisik pendaki, dan minimnya peralatan keselamatan. Selain itu, terbentuk jejaring komunikasi antara masyarakat dan pendaki sebagai upaya deteksi dini dan respon cepat terhadap insiden. Penguatan kolaborasi antara masyarakat lokal dan pendaki terbukti efektif dalam membangun budaya pendakian yang lebih aman dan bertanggung jawab di Gunung Lawu.</p> 2026-03-27T15:21:40+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournalwiraraja.com/index.php/ADR/article/view/4752 Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan TBC melalui Kegiatan Penyuluhan Kesehatan di Kabupaten Tapanuli Tengah 2026-03-27T23:23:42+00:00 Safran Efendi Pasaribu safran.efendi@um-tapsel.ac.id Iman Sanjaya Zega sanjayazega0602@gmail.com Cici Zuliannur Simamora pulunganf040@gmail.com Febrisa Pulungan pulunganf040@gmail.com Muhammad Azis muhammadazissimbolon2020@gmail.com Syahbuddin Siregar syahbudinsiregar3765@gmail.com Ikmal Adrian ikmaladrian5919@gmail.com Nur Annisa Basran anisabasran0@gmail.com Azhari Ritonga azharirtg05@gmail.com Yogi Ramadhan azharirtg05@gmail.com Winni Izzul Hafifah winnizzul28@gmail.com Darwis Lubis darwis.lubis@um-tapsel.ac.id <p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan penyakit Tuberkulosis (TBC) melalui kegiatan penyuluhan kesehatan di Kelurahan Lubuk Tukko, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Tahun 2025 yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan dari berbagai program studi dan disiplin ilmu. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi interaktif, diskusi kelompok, pemutaran video edukatif, serta simulasi perilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu, mahasiswa juga berkolaborasi dengan pihak kelurahan, tenaga kesehatan puskesmas, dan kader posyandu dalam memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai gejala, cara penularan, dan langkah pencegahan TBC. Masyarakat juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan dan berkomitmen untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga. Selain itu, terbentuk kelompok kader kesehatan yang siap menjadi agen perubahan dalam menyebarluaskan informasi pencegahan TBC di tingkat komunitas. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis kolaborasi lintas disiplin efektif dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga terhadap isu kesehatan publik.</p> 2026-03-27T15:22:25+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournalwiraraja.com/index.php/ADR/article/view/4712 Belajar Sains Melalui Pembuatan Herbarium Mangrove Terintegrasi Sosio Scientific Issue 2026-03-27T23:23:42+00:00 Dyah Ayu Fajarianingtyas dyahayu@wiraraja.ac.id <p>Sumenep sebagai kawasan pesisir memiliki kelimpahan biodiversitas yang tinggi sehingga perlu dilakukan identifikasi tanaman dalam upaya konservasi lingkungan. Oleh karena itu, teknik pembuatan herbarium dapat menjadi solusi membantu identifikasi tumbuhan yang belum diketahui tingkat jenis, marga, ataupun suku melalui ciri-ciri morfologi. Tujuan pembuatan herbarium antara lain mengidentifikasi jenis tumbuhan yang dijumpai, menambah jumlah spesimen herbarium semua jenis tumbuhan yang ditemui, mendeskripsikan klasifikasi tumbuhan, dan menyusun kunci dichotomous. Pembuatan herbarium dapat dilakukan dalam pembelajaran IPA berbasis Socio Scientific Issue (SSI). Permasalahan utama yaitu (1) daya saing SDM yaitu keterampilan siswa masih rendah dalam mengidentifikasi tanaman menggunakan teknik herbarium (2) pengetahuan mitra belajar sains dalam hal problem solving sebagai upaya konservasi lingkungan belum optimal. Solusi permasalahan berupa pendampingan teknik pembuatan herbarium, penugasan, contoh studi kasus yang terintegrasi SSI. Metode yang digunakan berupa pelatihan untuk menghasilkan pengetahuan dan keterampilan. Tingkat keberhasilan pelatihan dibagikan kuisioner sebelum dan setelah pelaksanaan dengan teknik random sampling. Kegiatan dimulai dengan mengidentifikasi tingkat pengetahuan siswa dengan cara melakukan pretest tertulis, selanjutnta diberikan pelatihan kepada siswa. Pelibatan siswa secara aktif di setiap sesi dilakukan dengan cara ceramah dan tanya jawab, melakukan demonstrasi dan siswa melakukan praktek langsung pembuatan herbarium. Manfaat dari kegiatan ini dapat melatih keterampilan, dan meningkatkan pengetahuan seperti rasa ingin tahu serta menumbuhkan sikap siswa pada cinta lingkungan.</p> 2026-03-27T15:23:05+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournalwiraraja.com/index.php/ADR/article/view/4985 Dari Dari Potensi Menuju Performa: Pemberdayaan Keterampilan Public Speaking Santri di Pondok Pesantren Amal Sahabat Surakarta 2026-03-27T23:23:42+00:00 nor laili fatmawati norlaili.fatmawati@staff.uinsaid.ac.id Novianni Anggraini novianni.anggraini@staff.uinsaid.ac.id fithriyah nurul hidayati fithriyah.nh@staff.uinsaid.ac.id habibi nur hadiyanto habibi.nurhadiyanto@staff.uinsaid.ac.id furqon edi wibowo furqon.ediwibowo@staff.uinsaid.ac.id puput arianto puput.ariyanto@staff.uinsaid.ac.id <p>Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan santri di Pondok Pesantren Amal Sahabat Surakarta dalam mengembangkan keterampilan <em>Public Speaking </em>melalui pendekatan <em>Asset-Based Community Development</em> (ABCD). <em>Public Speaking </em>merupakan kompetensi abad ke-21 yang esensial bagi santri sebagai calon dai, pendidik, dan pemimpin masyarakat. Meskipun memiliki motivasi dakwah yang tinggi, banyak santri belum memperoleh pelatihan terstruktur terkait penyusunan materi pidato, kepercayaan diri, dan keterlibatan audiens. Program ini melibatkan 48 santri dalam satu hari pendampingan yang mengintegrasikan teori, praktik, refleksi, dan umpan balik sebaya. Berdasarkan prinsip ABCD, program ini mengidentifikasi dan memanfaatkan aset pesantren yang telah ada, seperti motivasi santri, tradisi khitobah, serta dukungan tenaga pendidik, untuk merancang kegiatan pembelajaran yang partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek kepercayaan diri, kualitas vokal, dan kejelasan pesan, dengan skor performa rata-rata meningkat dari 62 menjadi 84. Untuk menjamin keberlanjutan program, dibentuk <em>Amal Sahabat Public Speaking Club</em> (ASPSC) sebagai wadah latihan berkelanjutan berbasis sebaya. Kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan pesantren ini memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Secara keseluruhan, program ini menunjukkan bahwa pendekatan ABCD efektif dalam mengintegrasikan keterampilan komunikasi publik dengan nilai-nilai religius dan budaya.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: &nbsp; A<em>sset-Based Community Development</em> (ABCD), Pemberdayaan <em>Public Speaking</em>, Santri</p> <p>&nbsp;</p> 2026-03-27T15:23:31+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournalwiraraja.com/index.php/ADR/article/view/5012 Optimalisasi Peran Kader Posyandu dalam Pencegahan Penyakit TB Di Wilayah Kerja Puskesmas LegungKecamatan Batang-Batang 2026-03-27T23:23:42+00:00 Yuskinau Effendi yuskinau@gmail.com Rahmania Ambarika yuskinau@gmail.com <p>Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Legung, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep. Upaya pengendalian TB di tingkat masyarakat masih menghadapi berbagai tantangan, di antaranya keterbatasan tenaga kesehatan dan belum optimalnya keterlibatan kader posyandu dalam kegiatan pencegahan dan deteksi dini TB. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan peran kader posyandu dalam upaya pencegahan TB melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi kesehatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah interaktif, diskusi, serta evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan di Aula Cemara Puskesmas Legung dengan melibatkan 30 kader posyandu sebagai peserta. Materi yang diberikan mencakup konsep dasar TB, tanda dan gejala, cara penularan, strategi TOSS TB (Temukan, Obati Sampai Sembuh), peran kader sebagai Pengawas Minum Obat (PMO), serta teknik komunikasi efektif dalam edukasi kesehatan kepada masyarakat.Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan sosialisasi. Rata-rata skor pre-test sebesar 70,83 meningkat menjadi 96,00 pada post-test, dengan selisih peningkatan sebesar 25,17 poin atau sekitar 35,5%. Selain itu, terjadi penurunan standar deviasi dari 29,07 menjadi 7,36 yang menunjukkan bahwa pemahaman peserta menjadi lebih merata setelah intervensi edukasi dilakukan. Secara kualitatif, kader juga menunjukkan peningkatan motivasi dan kesiapan untuk melakukan skrining sederhana di masyarakat serta mendukung kepatuhan pengobatan pasien TB. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan kader posyandu melalui edukasi kesehatan dapat menjadi langkah awal yang efektif dalam mendukung pengendalian TB berbasis masyarakat.</p> 2026-03-27T15:23:58+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournalwiraraja.com/index.php/ADR/article/view/5016 Upaya Pengingkatan Cakupan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) Melalui Peningkatan Pengetahuan Kader Kesehatan Di Puskesmas Legung Kabupaten Sumenep 2026-03-27T23:23:42+00:00 Lailiyatul Fadhliya fadhliya.lf@gmail.com Rahmania Ambarika fadhliya.lf@gmail.com <p>Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang termasuk negara dengan beban TB tertinggi menurut WHO (<em>World Health Organization</em>). Kabupaten Sumenep tercatat sebagai salah satu daerah dengan jumlah kasus TB tinggi di Jawa Timur, sehingga diperlukan upaya penguatan strategi preventif melalui Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan cakupan TPT melalui peningkatan pengetahuan kader kesehatan di Puskesmas Legung Kabupaten Sumenep.</p> <p>Metode yang digunakan berupa penyuluhan dengan ceramah dan diskusi interaktif kepada 30 kader kesehatan, disertai evaluasi pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Kegiatan dilaksanakan di Aula Cemara Puskesmas Legung Kabupaten Sumenep. Hasil menunjukkan adanya peningkatan persentase jawaban benar pada seluruh 10 indikator pengetahuan, terutama terkait sasaran penerima TPT yang meningkat dari 42% menjadi 92%, serta tujuan pemberian TPT dari 58% menjadi 92%. Pemahaman mengenai kepatuhan minum obat dan tantangan implementasi TPT juga meningkat signifikan hingga mencapai 96% pada post-test. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan aspek kognitif kader, tetapi juga memperkuat kesiapan mereka dalam melakukan skrining kontak serumah, edukasi masyarakat, serta pendampingan sasaran TPT.</p> <p>Outcome kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterlibatan kader dalam upaya promotif dan preventif program TB, yang berpotensi meningkatkan cakupan TPT di wilayah kerja puskesmas. Dengan tindak lanjut berupa pembinaan rutin, monitoring evaluasi berbasis wilayah, serta koordinasi lintas sektor, kegiatan ini mendukung penguatan sistem pencegahan TB dan percepatan eliminasi TB di tingkat pelayanan kesehatan primer.</p> <p>&nbsp;</p> 2026-03-27T15:24:18+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournalwiraraja.com/index.php/ADR/article/view/5008 Edukasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan melalui Pemilahan, Komposting, dan Daur Ulang pada Anak Panti Asuhan Roudlotul Aitam Kanigoro Blitar 2026-03-30T08:06:34+00:00 Luky Priyanto luky.aseli@gmail.com Dwi Kameluh Agustina dkameluhagustina@gmail.com Gading Bagus Priambodo luky.aseli@gmail.com <p>Permasalahan sampah merupakan salah satu isu lingkungan yang semakin meningkat dan memerlukan perhatian berbagai pihak, termasuk lembaga sosial seperti panti asuhan. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan sampah dapat menyebabkan penumpukan sampah serta berdampak negatif terhadap lingkungan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan edukasi yaitu memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada anak-anak Panti Asuhan Roudlotul Aitam Kanigoro Blitar dalam praktik langsung pengelolaan sampah. Kegiatan dilaksanakan di Panti Asuhan Roudlotul Aitam Kanigoro Blitar melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan praktik langsung, dimulai dari penyampaian materi tentang jenis sampah dan dampaknya terhadap lingkungan, praktik pemilahan sampah, pembuatan kompos dari sampah organik, serta pemanfaatan botol dan galon bekas menjadi pot tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengetahui cara mengelola sampah organik dan anorganik serta mempraktikkan pemilahan sampah dengan benar. Peserta mempraktikkan pembuatan kompos sederhana dan pot tanaman sayuran dari barang bekas. Kegiatan ini&nbsp; menghasilkan produk yang dapat langsung dimanfaatkan dan berimplikasi pada kepedulian terhadap lingkungan dan kerja sama antarpeserta. Selain itu, edukasi ini adalah kegiatan aplikatif yang dapat dimanfaatkan langsung dalam pengelolaan sampah di lingkungan Panti Asuhan Roudlotul Aitam Kanigoro Blitar.</p> 2026-03-30T08:06:34+00:00 ##submission.copyrightStatement##