PKM Penyuluhan Usaha Sayuran Hidroponik Desa Karang Anyar

  • Ida Ekawati Fakultas Pertanian Universitas Wiraraja
  • Henny Diana Wati Fakultas Pertanian Universitas Wiraraja
  • Isdiantoni Isdiantoni Fakultas Pertanian Universitas Wiraraja
Keywords: Hidroponik, Desa Pesisir

Abstract

Desa Karang Anyar merupakan desa di wilayah pesisir yang padat penduduk, sehingga timbul masalah sempitnya lahan di sekitar rumah. Demikian pula, lahan untuk usaha yang tersedia hanya lahan tambak garam, sehingga usaha di lahan ini menjadi tumpuhan sumber pendapatan penduduk. Sementara hasil usaha garam belum bisa mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Usaha skala kecil unggas juga sangat terbatas. Oleh karena itu, untuk meningkatkan pendapatan masyarakat perlu adanya usaha lain yang tidak memerlukan lahan yang luas. Salah satu usaha yang dapat dilakukan pada lahan terbatas yaitu usaha sayuran hidroponik. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat sasaran dan perubahan sikap terhadap sistem tanam hidroponik dan peluang usaha. Sasaran kegiatan ini adalah para pemuda/pemudi yang lebih paham teknologi dan tergabung dalam organisasi PKK. Kegiatan pengabdian ini dalam bentuk penyuluhan dengan metode ceramah yang dilengkapi dengan alat peraga video hidroponik serta tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa respons peserta penyuluhan sangat positif, bahkan peserta melakukan penyuluhan atau pelatihan lagi terkait pertanian. Tingkat pengetahuan, pemahaman peserta penyuluhan meningkat. Hampir semua peserta memahami teknik budidaya sayuran hidroponik (90%). Semua peserta ingin mencoba sistem tanam hidroponik di rumah masing-masing, namun peserta memilih sistem hidroponik yang lebih sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa respons peserta penyuluhan sangat positif, bahkan peserta melakukan penyuluhan atau pelatihan lagi terkait pertanian. Tingkat pengetahuan, pemahaman peserta penyuluhan meningkat. Hampir semua peserta memahami teknik budidaya sayuran hidroponik (90%). Semua peserta ingin mencoba sistem tanam hidroponik di rumah masing-masing, namun peserta memilih sistem hidroponik yang lebih sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa respons peserta penyuluhan sangat positif, bahkan peserta melakukan penyuluhan atau pelatihan lagi terkait pertanian. Tingkat pengetahuan, pemahaman peserta penyuluhan meningkat. Hampir semua peserta memahami teknik budidaya sayuran hidroponik (90%). Semua peserta ingin mencoba sistem tanam hidroponik di rumah masing-masing, namun peserta memilih sistem hidroponik yang lebih sederhana.

References

Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumenep. (2018). Kecamatan Kalianget Dalam Angka Tahun 2018. Xi+85.
Fadhilah, H. Nugroho. (2014). Potensial Business Hidroponik Praktis, PT. Trubus Swadaya. Depok
Herwibowo, K dan N.S.Budiana. 2015. Hidroponik Portabel. Panebar Swadaya, Jakarta
Kuntariningsih, A., & Mariyono, J. (2014). Adopsi Teknologi Pertanian Untuk Pembangunan Pedesaan: Sebuah Kajian Sosiologis. Agriekonomika, 3(2), 180–191.
Supharman, Y. M., Makhmudi, M., & Kusmiyati. (2020). Difusi Inovasi Petani dalam Pengendalian Hama Terpadu (Pht) Padi Sawah (Oryza Sativa L.) Melalui Pemanfaatan Tanaman Refugia di Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(3), 491–500.
Syariefa, E., S. Duryatno, S. Angkasa, R.N. Apriyanti, A.A. Raharjo, K. Rizkika, D.S. Rahimah, A. Titisari, B. Setyawan, R. Vebriansyah, R. (2014). Hidroponik Praktis. PT. Trubus Swadaya, Depok
Published
2022-03-09
Abstract viewed = 5 times
PDF downloaded = 6 times