Peningkatan Pengetahuan Pemuda Karang Taruna Tunas Muda Tentang Pentingnya Partisipasi Dalam Pemilu 2024

  • Nur Inna Alfiyah Universitas Wiraraja
  • Dwi Listia Rika Tini

Abstract

Abstrak
Pelakasanaan pemilu menjadi salah satu syarat wajib bagi negara yang menerapkan demokrasi.
Rakyat/masyarakat memiliki peran penting dan strategis dalam upaya membentuk negara dan
pemerintahan adil yang mampu mensejahterakan rakyat dengan memilih pimpinan kredibel
dan bertanggung jawab. Akan tetapi peran penting dari masyarakat ini kemudian ternodai
dengan banyaknya tindakan dari birokrat pemerintah dengan melakukan korupsi, kolusi dan
nepotisme. Hal ini kemudian membuat masyarakat menjadi acuh dan apatis terhadap
pemerintah, ini dapat dilihat dari minimnya partisipasi masyarakat dalam meberikan opini dan
sarannya terhadap jalannya pemerintahan. Dampaknya dilihat dari menurunnya jumlah
partisipasi pada tiap pemilihan umum baik ditingkat daerah, provinsi hingga tingak nasional.
Sikap acuh dan minimnya partisipasi ini kemudian memberikan ruang bagi jalannya
pemerintahan yang korup serta terciptanya black campaign dalam proses pemilihan birokrat.
Penurunan jumlah pemilih dalam pemilu juga disumbang oleh para pemuda, pemuda sebagai
agent of change negara tidak boleh memiliki sifat acuh dan apatis terhadap perkembangan
politik dan pemerintahan. Sehingga keaktifan para pemuda akan mampu mengawasi jalannya
pemerintah serta memberikan arahan terkait kebijakan-kebijakan yang dibutuhkan oleh
masyarakat. Sebagai salah satu organisasi kepemudaan, kelompok pemuda karang taruna
menjadi organisasi penting dalam mengedukasi mereka terkait pentingnya posisi mereka dalam
negara melalui partisipasinya dalam Pemilu. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan edukasi
terhadap kelompok pemuda karang taruna “Tunas Muda” terkait pentingnya partisipasi dalam
PEMILU 2024 yang akan datang. Edukasi ini diharapkan akan mampu meningkatkan wawasan
dan pengetahuan politik para pemuda dan peran penting mereka dalam membangun negara
yang lebih baik. Nantinya pengetahuan yang didapat mampu disalurkan pada masyarakat.
Pengabdian ini menggunakan metode sosialisasi yang didalamnya terdapat kegiatan ceramah
dengan edukasi pemberian materi terhadap kelompok pemuda karang taruna “Tunas Muda”.
Pengabdian ini nantinya diharapkan mampu mengubah mindset para pemuda terkait
pentingnya posisi mereka dalam arah penetuan kebijakan pemerintah melalui keaktifan serta
partisipasinya dalam pemilihan umum
Kata Kunci: Pemuda Karang Taruna, Partisipasi Pemilu, Peningkatan Pengetahuan

References

Daftar Pustaka
Cholisin, D. (2007). Pengantar Ilmu
Politik. PT. Raja Grafindo.
Djuyandi, Y., Herdiansah, A. G., &
Alkadrie, J. F. (2018). SOSIALISASI
DAMPAK NEGATIF BLACK
CAMPAIGN
TERHADAPKEAMANANPEMILIH
AN KEPALA DAERAH TAHUN
2018 DI PROVINSI JAWA BARAT.
Jurnal Pengabdian Kepada
Masyarakat , 2(7).
Kompas. (2022). Mengenal Perbedaan
Kampanye Negatif dan Kampanye
Hitam.
Https://Nasional.Kompas.Com/Read/
2022/05/16/16070091/MengenalPerbedaan-Kampanyenegatif-DanKampanye-Hitam.
Run System. (2023, February 19). Ayo
Hindari Black Campaign dengan
Pahami Dampak Negatifnya.
Https://Runsystem.Id/Id/Blog/BlackCampaign/.
Sadya, S. (2022). Data Tingkat Partisipasi
Pemilih Dalam Pilpres Tertinggi
2019.
Https://Dataindonesia.Id/Varia/Detai
l/Data-Tingkat-Partisipasi-PemilihDalam-Pilprestertinggi-2019 .
Surbakti, R., & Supriyanto, D. (2013).
PARTISIPASI WARGA
MASYARAKAT DALAM PROSES
PENYELENGGARAN PEMILIHAN
UMUM. Kemitraan bagi Pembaruan
Tata Pemerintahan.
Published
2023-11-29
Section
Articles
Abstract viewed = 23 times
pdf (Bahasa Indonesia) downloaded = 25 times